Bentuk Solidaritas Sesama Manusia Ketika Terjadi Bencana Alam

Bentuk Solidaritas Sesama Manusia Ketika Terjadi Bencana Alam

Bencana alam yang sering terjadi di Indonesia tentu menimbulkan keprihatinan. Banyak lapisan masyarakat yang terdampak karena adanya bencana alam. Banyak korban yang meninggal dan terluka. Sementara itu, tempat tinggal para korban juga ikut terdampak entah dalam keadaan rusak berat maupun ringan. Beberapa fasilitas publik juga ikut terkena dampaknya. Sehingga, roda kehidupan masyarakat di daerah yang terkena bencana alam ikut berhenti selama beberapa waktu. Hal inilah yang kemudian menggugah rasa solidaritas sesama manusia. Rasa solidaritas ini muncul sebagai salah satu bentuk empati yang ada pada hati masyarakat. Sehingga, masyarakat luas seolah ikut merasakan beban dan kesedihan yang muncul dari bencana alam yang ditimbulkan. Berikut ini beberapa bentuk solidaritas yang diberikan oleh masyarakat saat terjadi bencana alam.

  • Membantu Evakuasi Korban

Salah satu bentuk solidaritas sesama manusia yang bisa dilakukan oleh masyarakat adalah dengan membantu proses evakuasi korban. Masyarakat dapat berkontribusi dengan berperan aktif sebagai relawan yang membantu petugas. Salah satu contohnya adalah ketika terjadi letusan Gunung Merapi tahun 2010 silam, banyak elemen masyarakat yang menjadi relawan untuk membantu evakuasi korban. Beberapa diantaranya adalah warga Jogja, warga dari provinsi lain, mahasiswa, dll. Semua berpadu dan bergerak dalam satu komando untuk membantu korban demi rasa solidaritas.

  • Menyediakan Tempat Tinggal

Bentuk solidaritas sesama manusia yang lain adalah dengan memberikan tempat tinggal sementara bagi korban bencana alam. Banyak warga masyarakat yang kemudian menyediakan tempat pertemuan RT atau aula desa sebagai salah satu barak pengungsian. Sehingga, para korban dapat tinggal sementara dengan aman.

  • Memberikan Dukungan Moril dan Materiil

Atas nama solidaritas, masyarakat juga bergerak untuk membantu secara moril dan materiil. Banyak psikolog yang terjun ke lapangan untuk membantu para korban dalam mengatasi trauma akibat bencana alam yang terjadi. Selain itu, masyarakat juga memberikan bantuan dalam bentuk kebutuhan pokok dan pakaian sehingga para korban bisa hidup lebih nyaman selama di pengungsian.